Selasa, 29 September 2015

PROSES TERBENTUKNYA EVOLUSI BUMI DAN TERBENTUKNYA KEPULAUAN DI INDONESIA

     
Proses Evolusi bumi adalah proses perubahan pada seluruh bentuk kehidupan dari satu generasi ke generasi  selanjutnyadan ilmu yang mempelajari bagaimana evolusi terjadi dinamakan biologi evolusioner.sedangkan proses evolusi bumi terbagi menjadi 4 macam:

1.Azoikum(Yunani a=tidak zoo=hewan)
       yaitu zaman sebelum adnya kehidupan.Pada saat itu bumi baru terbentuk dengan suhu yang tinggi.Waktunya lebih dari satu miliyar yang lalu.
2.Palezoikum
       yaitu zaman purba tua.Pada masa ini meninggalkan fosil flora dan fauna.Berlangsung kira kira 350.000.000 tahun.
3.Mesozoikum
        yaitu zaman purba tengah.Pada masa ini hewan mamalia(menyusui),hewan amfibi,burung dan berbunga mulai ada.Lamnya kira kira 140.000.000 tahun yang lalu.
4.Nenozoikum
        yaitu zaman purba muda.Yang dimulai sejak 60.000.000 tahun yang lalu.Zaman ini dapat dibagi bagi menjadi dua tahap yaitu Tersier dan Quarter.Zaman Kwarter juga dibagi lagi menjadi 2 bagian, yaitu Alluvium (Holocen) dan Dilluvium (Plestocen). Masa Plestocen masih terbagi lagi menjadi 2 yaitu glasial(Pada saat es membeku) dan interglasial (Pada saat es mencair).

       Sejarah terbentuknya kepulauan di Indonesia terbentuk melalui proses yang rumit dan panjang.
Sebelum ada manusia,Bumi hanya terdapat Tumbuhan dan Hewan yang masih kecil dan sederhana.Alam juga harus menjalani evolusi bumi untuk menemukan keseimbangan agar mampu menyesuaikan diri sengan perubahan kondisi alam dan cuaca,sehingga makhluk hidup dapt bertahan hidup dan berkembang biak.

        Menurut para ahli bumi,posisi pulau-pulau pulau di kepulauan Indonesia terletak diatas pangku api yang bersumber magma dalam perut bumi.Inti perut bumi tersebut berupa cairan larva yang sangat panas.Makin dalam tekananya dan suhunya semakin tinggi.Pada suu yang tinggi material material yang terkandung di magma selalu berbentuk cairan panas.Suhutinggi ini terus menerus bergejolak mempertahankan cairan sejak jutaan tahan lalu.Ketika ada celah lubang keluar,cairan larva akan keluar mencapai permukaan bumi,dan suhu menjadi dingin sekitar menjadi 30 derajat celcius.Pada saat cairan di larva dipermukaan bumi akan terbentuk batuan buku atau kerak.Keberadaan kerak benua(daratan) secara dinamis akibat tekanan magma dari perut bumi.Pergerakan unsur unsur geodimaika ini dikenal dengan sebutan kegiatan tektonis.

       Sebagian wilayah Indonesia merupakan titik llempeng Indo-Australi di bagian selatan,Lempeng Eurasia   di utara dan Lempeng Pasifik di timur.Pergerakan lempeng dibagi menjadi 3 macam yaitu:

.1Subduksi
        Yaitu pergerakan lempeng ke atas
2.Obdukasi
         Yaitu pergerakan lempeng ke bawah\
3.Kolis
          Yaitu tumbikan lempeng.
4.Divergensi
          Yaitu tabrkan antar lempeng.
        Peregrakan inilah yang membuat Indonesia menjadi daerah rawan gempa sepanjang waktu.Dan pergerakan lempeng ini terus menerus.

     Pada masa Paleozoikum keadaan geografis Indonesia belum terbentuk seperti zaman sekarangini.Dikala itu Indonesia merupakan samydra yang luas.Pada masa Mesozoikum kegiatan lempeng sangat aktif  menggerakan sebagai fase tektnis sehingga menyebabkan daratan terpecah-pecah.Benua Eurasia menjadi pulau yang terpisah satu dengan lainya.Sebagian bergerak ke selatan membentuk Pulau Sumtra,Jawa,Kalimantan,Sulawesi serta pulau di NTB dan Kepulauan Banda.Hal yang sama terjadi di Benua Australia sebagian membentuk pulau timor-timor,Kepulauan NTT dan Maluku Tenggara.
Read More ->>

PROSES TERBENTUNYA BUMI

                     Ada banyak teori dan penjelasan tentang terciptanya bumi,mulai dari mitos hingga penjelasan agama dan ilmu pengetahuan.Kali ini kita belajar proses terbetuknya bumi dengan ilmu pengetahuan,pembahasanya adalah pendekatan ilmu pengetahuan,yakni asumsi asumsi ilmiah.Berikut teori -teori yang mengenai proses terciptanya bumi dan teori ilmuwan  pada zaman dahulu:
Teori-teori tentang proses terbentuknya bumi

1.Teori Kabut(Nebula)

Teori Kabut Nebula


Sejak jaman sebelum Masehi, para ahli telah memikirkan proses terjadinya Bumi. Salah satunya adalah teori kabut (nebula) yang dikemukakan oleh Immanuel Kant (1755) dan Piere De Laplace(1796).Mereka terkenal dengan Teori Kabut Kant-Laplace. Dalam teori ini dikemukakan bahwa di jagat raya terdapat gas yang kemudian berkumpul menjadi kabut (nebula). Gaya tarik-menarik antar gas ini membentuk kumpulan kabut yang sangat besar dan berputar semakin cepat. Dalam proses perputaran yang sangat cepat ini, materi kabut bagian khatulistiwa terlempar memisah dan memadat (karena pendinginan). Bagian yang terlempar inilah yang kemudian menjadi planet-planet dalam tata surya.Teori  nebula ini terdiri dari beberapa tahap,yaitu

  • Matahari dan planet-planet lainnya masih berbentuk gas, kabut yang begitu pekat dan besar.
  • Kabut tersebut berputar dan berpilin dengan kuat, dimana pemadatan terjadi di pusat lingkaran yang kemudian membentuk matahari. Pada saat yang bersamaan materi lainpun terbentuk menjadi massa yang lebih kecil dari matahari yang disebut sebagai planet, bergerak mengelilingi matahari.
  • Materi-materi tersebut tumbuh makin besar dan terus melakukan gerakan secara teratur mengelilingi matahari dalam satu orbit yang tetap dan membentuk Susunan Keluarga Matahari.


2.Teori Planetisimal

Teori Planetesimal


Pada awal abad ke-20, Forest Ray Moulton, seorang ahli astronomi Amerika bersama rekannya Thomas C.Chamberlain, seorang ahli geologi, mengemukakan teori Planetisimal Hypothesis, yang mengatakan matahari terdiri dari massa gas bermassa besar sekali, Pada suatu saat melintas bintang lain yang ukurannya hampir sama dengan matahari, bintang tersebut melintas begitu dekat sehingga hampir menjadi tabrakan. Karena dekatnya lintasan pengaruh gaya gravitasi antara dua bintang tersebut mengakibatkan tertariknya gas dan materi ringan pada bagian tepi.
Karena pengaruh gaya gravitasi tersebut sebagian materi terlempar meninggalkan permukaan matahari dan permukaan bintang. Materi-materi yang terlempar mulai menyusut dan membentuk gumpalan-gumpalan yang disebut planetisimal. Planetisimal- Planetisimal lalu menjadi dingin dan padat yang pada akhirnya membentuk planet-planet yang mengelilingi matahari.

3.Tori Pasang Surut Gas(Tidal)

Teori Pasang Surut Gas


Teori ini dikemukakan oleh James Jeans dan Harold Jeffreys pada tahun 1918, yakni bahwa sebuah bintang besar mendekati matahari dalam jarak pendek, sehingga menyebabkan terjadinya pasang surut pada tubuh matahari, saat matahari itu masih berada dalam keadaan gas. Terjadinya pasang surut air laut yang kita kenal di Bumi, ukuranya sangat kecil. Penyebabnya adalah kecilnya massa bulan dan jauhnya jarak bulan ke Bumi (60 kali radius orbit Bumi). Tetapi, jika sebuah bintang yang bermassa hampir sama besar dengan matahari mendekat, maka akan terbentuk semacam gunung-gunung gelombang raksasa pada tubuh matahari, yang disebabkan oleh gaya tarik bintang tadi. Gunung-gunung tersebut akan mencapai tinggi yang luar biasa dan membentuk semacam lidah pijar yang besar sekali, menjulur dari massa matahari dan merentang ke arah bintang besar itu.

Dalam lidah yang panas ini terjadi perapatan gas-gas dan akhirnya kolom-kolom ini akan pecah, lalu berpisah menjadi benda-benda tersendiri, yaitu planet-planet. Bintang besar yang menyebabkan penarikan pada bagian-bagian tubuh matahari tadi, melanjutkan perjalanan di jagat raya, sehingga lambat laun akan hilang pengaruhnya terhadap-planet yang berbentuk tadi. Planet-planet itu akan berputar mengelilingi matahari dan mengalami proses pendinginan. Proses pendinginan ini berjalan dengan lambat pada planet-planet besar, seperti Yupiter dan Saturnus, sedangkan pada planet-planet kecil seperti Bumi kita, pendinginan berjalan relatif lebih cepat.
4.Teori Bintang Kembar

Teori Bintang Kembar
Teori ini dikemukakan oleh seorang ahli Astronomi R.A Lyttleton. Menurut teori ini, galaksi berasal dari kombinasi bintang kembar. Salah satu bintang meledak sehingga banyak material yang terlempar. Karena bintang yang tidak meledak mempunyai gaya gravitasi yang masih kuat, maka sebaran pecahan ledakan bintang tersebut mengelilingi bintang yang tidak meledak itu. Bintang yang tidak meledak itu sekarang disebut dengan matahari, sedangkan pecahan bintang yang lain adalah planet-planet yang mengelilinginya.
5.Teori Big Bang

Teori Big Bang
Berdasarkan Theory Big Bang, proses terbentuknya bumi berawal dari puluhan milyar tahun yang lalu. Pada awalnya terdapat gumpalan kabut raksasa yang berputar pada porosnya. Putaran tersebut memungkinkan bagian-bagian kecil dan ringan terlempar ke luar dan bagian besar berkumpul di pusat, membentuk cakram raksasa. Suatu saat, gumpalan kabut raksasa itu meledak dengan dahsyat di luar angkasa yang kemudian membentuk galaksi dan nebula-nebula. Selama jangka waktu lebih kurang 4,6 milyar tahun, nebula-nebula tersebut membeku dan membentuk suatu galaksi yang disebut dengan nama Galaksi Bima Sakti, kemudian membentuk sistem tata surya. Sementara itu, bagian ringan yang terlempar ke luar tadi mengalami kondensasi sehingga membentuk gumpalan-gumpalan yang mendingin dan memadat. Kemudian, gumpalan-gumpalan itu membentuk planet-planet, termasuk planet bumi.

  • Dalam perkembangannya, planet bumi terus mengalami proses secara bertahap hingga terbentuk seperti sekarang ini. Ada tiga tahap dalam proses pembentukan bumi, yaitu:
  • Awalnya, bumi masih merupakan planet homogen dan belum mengalami perlapisan atau perbedaan unsur.
  • Pembentukan perlapisan struktur bumi yang diawali dengan terjadinya diferensiasi. Material besi yang berat jenisnya lebih besar akan tenggelam, sedangkan yang berat jenisnya lebih ringan akan bergerak ke permukaan.
  • Bumi terbagi menjadi lima lapisan, yaitu inti dalam, inti luar, mantel dalam, mantel luar, dan kerak bumi.


Bukti penting lain bagi Big Bang adalah jumlah hidrogen dan helium di ruang angkasa. Dalam berbagai penelitian, diketahui bahwa konsentrasi hidrogen-helium di alam semesta bersesuaian dengan perhitungan teoritis konsentrasi hidrogen-helium sisa peninggalan peristiwa Big Bang. Jika alam semesta tak memiliki permulaan dan jika ia telah ada sejak dulu kala, maka unsur hidrogen ini seharusnya telah habis sama sekali dan berubah menjadi helium.
Segala bukti meyakinkan ini menyebabkan teori Big Bang diterima oleh masyarakat ilmiah. Model Big Bang adalah titik terakhir yang dicapai ilmu pengetahuan tentang asal muasal alam semesta. Begitulah, alam semesta ini telah diciptakan oleh Allah Yang Maha Perkasa dengan sempurna tanpa cacat .

Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihtatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang. (QS. Al-Mulk, 67:3).


Masih sangat banyak teori lainnya yang Dikemukakan oleh para ahli seperti:

Teori Buffon dari ahli ilmu alam Perancis George Louis Leelere Comte de Buffon. Beliau mengemukakan bahwa dahulu kala terjadi tumbukan antara matahari dengan sebuah komet yang menyebabkan sebagian massa matahari terpental ke luar. Massa yang terpental ini menjadi planet.

Teori Kuiper atau teori kondensasi dikemukakan oleh Gerald P.Kuiper mengemukakan bahwa pada mulanya ada nebula besar berbentuk piringan cakram. Pusat piringan adalah protomatahari, sedangkan massa gas yang berputar mengelilingi promatahari adalah protoplanet.Pusat piringan yang merupakan protomatahari menjadi sangat panas, sedangkan protoplanet menjadi dingin. Unsur ringan tersebut menguap dan menggumpal menjadi planet – planet.Dalam teorinya beliau juga mengatakan bahwa tata surya pada mulanya berupa bola kabut raksasa. Kabut ini terdiri dari debu, es, dan gas. Bola kabut ini berputar pada porosnya sehingga bagian-bagian yang ringan terlempar ke luar, sedangkan bagian yang berat berkumpul di pusatnya membentuk sebuah cakram mulai menyusut dan perputarannya semakin cepat, serta suhunya bertambah, akhirnya terbentuklah matahari.

Teori Weizsaecker dimana pada tahun 1940, C.Von Weizsaecker, seorang ahli astronomi Jerman mengemukakan tata surya pada mulanya terdiri atas matahari yang dikelilingi oleh massa kabut gas. Sebagian besar massa kabut gas ini terdiri atas unsur ringan, yaitu hidrogen dan helium. Karena panas matahari yang sangat tinggi, maka unsur ringan tersebut menguap ke angkasa tata surya, sedangkan unsur yang lebih berat tertinggal dan menggumpal. Gumpalan ini akan menarik unsur – unsur lain yang ada di angkasa tata surya dan selanjutnya berevolusi membentuk palnet – planet, termasuk bumi.

Teori Whipple oleh seorang ahli astronom Amerika Fred L.Whipple, mengemukakan pada mulanya tata surya terdiri dari gas dan kabut debu kosmis yang berotasi membentuk semacam piringan. Debu dan gas yang berotasi menyebabkan terjadinya pemekatan massa dan akhirnya menggumpal menjadi padat, sedangkan kabutnya hilang menguap ke angkasa. Gumpalan yang padat saling bertabrakan dan kemudian membentuk planet – planet.

Menurut seorang astronom asal inggris,pada pertengahan abad 20 yang bernama Sir Fred Hoyle mengemukakan suatu teori yang disebut “Steady-State”.Teori steady-state menyatakan bahwa alam semesta berukuran tak hingga dan kekal sepanjang masa. Dengan tujuan mempertahankan paham materialis, teori ini sama sekali berseberangan dengan teori Big Bang, yang mengatakan bahwa alam semesta memiliki permulaan. Mereka yang mempertahankan teori steady-state telah lama menentang teori Big Bang. Namun, ilmu pengetahuan justru meruntuhkan pandangan mereka.

Pada tahun 1948, Gerge Gamov muncul dengan gagasan lain tentang Big Bang. Ia mengatakan bahwa setelah pembentukan alam semesta melalui ledakan raksasa, sisa radiasi yang ditinggalkan oleh ledakan ini haruslah ada di alam. Selain itu, radiasi ini haruslah tersebar merata di segenap penjuru alam semesta. Bukti yang 'seharusnya ada' ini pada akhirnya diketemukan. Pada tahun 1965, dua peneliti bernama Arno Penziaz dan Robert Wilson menemukan gelombang ini tanpa sengaja. Radiasi ini, yang disebut 'radiasi latar kosmis', tidak terlihat memancar dari satu sumber tertentu, akan tetapi meliputi keseluruhan ruang angkasa. Demikianlah, diketahui bahwa radiasi ini adalah sisa radiasi peninggalan dari tahapan awal peristiwa Big Bang. Penzias dan Wilson dianugerahi hadiah Nobel untuk penemuan mereka.Pada tahun 1989, NASA mengirimkan satelit Cosmic Background Explorer. COBE ke ruang angkasa untuk melakukan penelitian tentang radiasi latar kosmis. Hanya perlu 8 menit bagi COBE untuk membuktikan perhitungan Penziaz dan Wilson. COBE telah menemukan sisa ledakan raksasa yang telah terjadi di awal pembentukan alam semesta. Dinyatakan sebagai penemuan astronomi terbesar sepanjang masa, penemuan ini dengan jelas membuktikan teori Big Bang.

Dan menurut gagasan kuno yang mengatakan bahwa alam semesta itu kekal. Gagasan yang umum di abad 19 adalah bahwa alam semesta merupakan kumpulan materi berukuran tak hingga yang telah ada sejak dulu kala dan akan terus ada selamanya. Selain meletakkan dasar berpijak bagi paham materialis, pandangan ini menolak keberadaan sang Pencipta dan menyatakan bahwa alam semesta tidak berawal dan tidak berakhir.

Materialisme adalah sistem pemikiran yang meyakini materi sebagai satu-satunya keberadaan yang mutlak dan menolak keberadaan apapun selain materi. Berakar pada kebudayaan Yunani Kuno, dan mendapat penerimaan yang meluas di abad 19, sistem berpikir ini menjadi terkenal dalam bentuk paham Materialisme dialektika Karl Marx.Para penganut materalisme meyakini model alam semesta tak hingga sebagai dasar berpijak paham ateis mereka. Misalnya, dalam bukunya Principes Fondamentaux de Philosophie, filosof materialis George Politzer mengatakan bahwa "alam semesta bukanlah sesuatu yang diciptakan" dan menambahkan: "Jika ia diciptakan, ia sudah pasti diciptakan oleh Tuhan dengan seketika dan dari ketiadaan".
Ketika Politzer berpendapat bahwa alam semesta tidak diciptakan dari ketiadaan, ia berpijak pada model alam semesta statis abad 19, dan menganggap dirinya sedang mengemukakan sebuah pernyataan ilmiah. Namun, sains dan teknologi yang berkembang di abad 20 akhirnya meruntuhkan gagasan kuno yang dinamakan materialisme ini.

Ledakan raksasa yang menandai permulaan alam semesta ini dinamakan 'Big Bang', dan teorinya dikenal dengan nama tersebut. Perlu dikemukakan bahwa 'volume nol' merupakan pernyataan teoritis yang digunakan untuk memudahkan pemahaman. Ilmu pengetahuan dapat mendefinisikan konsep 'ketiadaan', yang berada di luar batas pemahaman manusia, hanya dengan menyatakannya sebagai 'titik bervolume nol'. Sebenarnya, 'sebuah titik tak bervolume' berarti 'ketiadaan'. Demikianlah alam semesta muncul menjadi ada dari ketiadaan. Dengan kata lain, ia telah diciptakan. Fakta bahwa alam ini diciptakan, yang baru ditemukan fisika modern pada abad 20, telah dinyatakan dalam Alqur'an 14 abad lampau,yakni :
"Dia (Allah) Pencipta langit dan bumi" (QS. Al-An'aam, 6: 101)
 C
Read More ->>

LAPORAN TENTANG JAMU

BERAS KENCUR

Dinamakan beras kencur karena bahan utamanya adalah beras dan Kencur. Minuman ini dapat kita temukan dalam bentuk cair seperti maupun dalam bentuk serbuk (instan).


          Beras kencur dalam bentuk cair


Beras Kencur dalam bentuk serbuk


Untuk mengonsumsi beras kencur dalam  bentuk cair langsung diminum tanpa menambahkan apapun yang biasanya dijual oleh pedagang jamu gendong,namun apabila dalam bentuk serbuk cukup menambahkan air hangat atau air dingin kemudian tambahnkan gula apabila perlu ditambahkan kemudian diaduk agar gula merata kemudian langsung diminum.

Beras Kencur memiliki vitamin dan mineral misalnya niacin, vitamin D, kalsium, serat, zat besi, thiamine, dan riboflavin. Kencur (Kaempferia galanga) termasuk suku tumbuhan Zingiberaceae yang memiliki daging buah lunak dan tidak berserat. Rimpang Kencur mengandung pati (4,14 %), mineral (13,73 %), dan minyak atsiri (0,02 %) berupa sineol, asam metil kanil dan penta dekaan, asam cinnamic, ethyl aster, asam sinamic, borneol, kamphene, paraeumarin, asam anisic, alkaloid dan gom.
 

 Jamu Beras Kencur memiliki rasa yang manis dan segar. Beberapa penjual jamu menambahkan perasan jeruk nipis untuk menambah variasi rasa.Kandungan yang ada pada beras dan kencur tadi membuat racikan Jamu Beras Kencur memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh, antara lain:

1.Menambah Nafsu Makan
Manfaat Jamu Beras Kencur yang paling dikenal adalah sebagai minuman penambah nafsu makan. Ini cukup efektif terutama pada anak kecil yang kebanyakan memang susah makan. Jamu ini juga sering disarankan kepada wanita hamil yang mengalami kurangnya nafsu makan.

2.Menambah Tenaga
Jamu Beras Kencur memiliki kemampuan untuk menambah tenaga karena memiliki sifat stimultan. Jamu ini juga dipercaya dapat meningkatkan vitalitas pria jika diminum dengan madu.

3.Mengurangi Rasa Sakit
Minyak atsiri yang dikandung kencur diklaim memiliki banyak senyawa bermanfaat.Senyawa ini berfungsi sebagai zat analgesic, yaitu bahan yang memiliki kemampuan untuk mengobati rasa sakit seperti penyakit migrain,asma,rematik,tetanus,batuk,dan mampu menghilangkan jerawat

4.Mengatasi Kelelahan
Jamu Beras Kencur bisa dimanfaatkan sebagai minuman penghilang rasa penat dan sengal-sengal karena kelelahan.

5.Memulihkan Gangguan Pencernaan
Jamu Beras Kencur terpercaya bisa memulihkan radang lambung, maag, keracunan makanan, dan perut kembung.

6.Mengatasi Gangguan Mulut dan Tenggorokan
Jamu beras kencur terpercaya mengatasi sariawan dan serangan batuk.

           Keunggulan Beras Kencur daripada obat kimia lainya adalah rasanya yang manis dan enak sehingga anak-anak suka mengonsumsi beras kencur,sedangkan obat kimia mempunyai rasa yang pahit sehingga anak-anak tidak suka terhadap obat kimia.










Read More ->>
Powered By Blogger
Diberdayakan oleh Blogger.