TP 2015/2016
1.Arti penting pembelajaran sejarah kehidupan zaman praaksara
2.Ilmu bantu sejarah untuk menyelidiki zaman pra aksara
3.Konsep diakronik dalam sejarah
4.Kondisi zaman mesozoikum
5.Cara hidup manusia purba di Zaman Batu
6.Menjelaskan fosil Meganthropus
7.Peninggalan manusia purba pada zaman batu
8.Menjelaskan tokoh penemu fosil manusia purba
9.Ciri peralatan manusia purba pada zaman batu
10.Kepercayaan manusia purba
11.Persebaran nenek moyang Indonesia menurut Teori Yunani
12.Istilah Pra Akasara
13.Kondisi alam zaman kwarter(kala pleisofen dan kala itolosen)
14.Jenis Fosil manusia purba
15.Menjelaskan tahapan kehidupan manusia purba
16.Menjelaskan peralatan manusia purba dan fungsinya masing masing
PENJABARAN
1. Arti penting dari pembelajaran tentang sejarah kehidupan zaman pra-aksara pertama-tama adalah kesadaran akan asal usul manusia.Semakin berbudaya seorang atau kelompok masyarakt,semakin pula dalam pula kesadaran kolektifnya tentang asal usul dan penghargaan terhadap tradisi.Jika tidak manusia akan melupakan budayanya akan mudah terombang ambing olehn terapan budaya asing yang lebih kuat,sehingga dengan sendirinya kehilangan identitas diri.Jadi bangsa yang gampang meninngalkan tradisi nenek moyangnya akan mudah didekte oleh budaya dominanan dari luar negeri yang bukan miliknya.
2.Untuk menyelidiki zaman pra aksara sejarawan harus menggunakan metode penelitian
-Ilmu arkeologi yaitu ilmu yang mengkaji bukti bukti atau jejajk tinggalana fisik,sepeti lempeng artefak,monumen,candi dan sebagainya.
-Ilmu geologi yang mengkaji tentang usia lapisan biologi
-Ilmu Biologi yang mengkaji tentang ragam hayati(biodiversitas)makhluk hidup.
3. Dalam diakronis perlu dicermati hal berikut :
1) Dalam konsep berpikir diakronis, mempelajari kehidupan sosial secara memanjang berdimensi waktu.
2) Konsep berpikir diakronis memandang masyarakat sebagai suatu yang terus bergerak dan memiliki hubungan kausalitas atau sebab akibat.
3) Menguraikan proses transformasi yang terus berlangsung dari waktu ke waktu kehidupan masyarakat secara berkesinambungan.
4) Menguraikan kehidupan masyarakat secara dinamis.
5) Digunakan dalam ilmu sejarah.
4.Pada masa Mesozoikum pada masa ini hewan mamalia,hewan amfibi,burung dan tumbuhan berbunga mulai ada.
5. Zaman Paleolithikum ditandai dengan kebudayan manusia yang masih sangat sederhana. Ciri-ciri kehidupan manusia pada zaman Paleolithikum, yakni:
1. Hidup berpindah-pindah (Nomaden)
2. Berburu (Food Gathering)
3. Menangkap ikan
6.Fosil Meganthropus yaitu memiki fosil rahang manusia yang berukuran besar. dan meiliki ciri rahang yang kuat dan badanya tegap.Diperkirakan makanan jenis manusia ini adalah tumbuh-tumbuhan.
7.-Kapak genggam
-chooper(Alat pencetak)
-Punung
-Kapak Perimbas
-Flake
-Artefak
8.-von Koeningswald(Meganthropus paleojavanicus)
-Eugene Dubois(Pithecanthropus erectus,mojoketernis)
-von Reischoten(Homo)
-B.D.van Rieschoten(Manusia wajak/Homo wajakenis)
-Peter Brown dan Mike J.Morwood (Manusia Liang Bua)
10.Kepercayaan manusia purba:
1. Kepercayaan Terhadap Roh Nenek Moyang
Contohnya:Penguburan kerangka manusia di dalam goa-goa merupakan wujud penghormatan kepada orang yang meninggal, penghormatan kepada orang yang telah pergi atau penghormatan kepada roh.
2. Kepercayaan Bersifat Animisme
Contohnya:sebilah keris, tombak atau benda-benda pusaka lainnya. Masyarakat banyak yang percaya bahwa sebilah keris pusaka memiliki roh atau jiwa, sehingga benda-benda seperti itu dianggap dapat memberi petunjuk tentang berbagai hal yang berkembang dalam masyarakat.
3 Kepercayaan Bersifat Dinamisme
Contohnya:sebuah batu cincin dipandang mempunyai kekuatan untuk melemahkan lawan.
11.A. Proto Melayu
Proto
Melayu adalah rumpun bangsa Austronesia yang datang pertama kali di
Indonesia sekitar 1500 tahun SM. Ras melayu ini memilki ciri-ciri rambut
lurus, kulit kuning kecoklat-coklatan, dan bermata sipit. Ras proto
melayu ini membawa peradaban batu di kepulauan Indonesia. Ras Proto
Melayu melebur menjadi suku bangsa Batak, Dayak, Toraja, Alas, dan Gayo.
Kedatangan bangsa Austronesia dari daratan Yunan menuju Indonesia
menempuh dua jalur, yaitu: 1. Jalur Utara dan Timur
Melalui Teluk Tonkin menuju Taiwan (Formosa), Filipina, Sulawesi, dan Maluku dengan membawa kebudayaan kapak lonjong.Persebaran periode Proto Melayu ini membawa kebudayaan batu baru/Neolithikum.
2. Jalur Barat dan Selatan
Melalui Semenanjung Malaka, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Jawa, dan Nusa Tenggara dengan membawa kebudayaan kapak persegi. Persebaran periode Deutro Melayu ini mebawa kebudayaan logam.
B. Deutro Melayu
Deutro
Melayu adalah rumpun bangsa Austronesia yang datang di Indonesia pada
gelombang kedua terjadi pada sekitar 500 tahun SM. Bangsa Melayu Muda
datang ke Indonesia melalui jalur barat, yakni berangkat dari Yunani,
Teluk Tonkin, Vietnam, Thailand, Semenanjung Malaka, dan kemudian
menyeberangi Selat Malaka hingga sampai di Kepulauan Indonesia.
Penyebaran manusia purba di Indonesia tidak berlangsung dalam satu
tahap. Berdasarkan bukti-bukti sejarah yang ditemukan, kedatangan
manusia purba di indonesia berlangsung tiga tahap, yaitu: 1. Zaman mesolithikum
Terjadi gelombang masuk manusia purba melonosoid dan daerah teluk tonkin, vietnam, melalui jalur fhilipina, malaysia dan indonesia. Sisa keturunan bangsa melonosoid yang masih ditemukan, antara lain orang sakai di siak, orang aeta di filipina, orang semang di malaysia, dan orang papua melonosoid di indonesia
2. Zaman neolithikum (200 SM)
Terjadi perpindahan manusia purba dari rumpun bangsa melayu tua (proto melayu) dari daerah yunan, china, melalui jalur semenanjung malaya, indonesia, filipina, dan formosa. Kebudayaan neolithikum, khususnya jenis kebudayaan kapak persegi dan kapak lonjong.
3. Zaman perundagian
Terjadi perpindahan manusia purba dari rumpun bangsa melayu muda ( deutero melayu ) dari daerah teluk tonkin, vietnam ke daerah daerah di sebelah selatan vietnam, termasuk indonesia.
Bangsa ini merupakan pendukung kebudayaan perunggu, terutama kapak corong nekara , moko, bejana perunggu, dan arca perunggu. Kebudayaannya sering disebut kebudayaan Don son karena berasal dari donson teluk tonkin.
C. Melanesoid
Ras
Melanesoid terdapat di Papua. Menurut Daldjoeni suku bangsa Melanesoid
sekitar 70% menetap di Papua, Sedangkan 30% lagi tinggal di beberapa
kepulauan di sekitar Papua dan Papua-Nugini. Kedatangan bangsa
melanesoid di Papua berawal saat zaman es terakhir, yaitu tahun 70.000
SM. Peradaban bangsa melanesoid di kenal dengan paleotikum. Asal mula
bangsa Melanesoid, yaitu Proto Melanesia merupakan penduduk pribumi di
pulau Jawa. Mereka adalah manusia Wajak yang tersebar ke timur dan
menduduki Papua, sebelum zaman es berakhir dan sebelum kenaikan
permukaan laut. Di Papua manusia Wajak hidup berkelompok-kelompok kecil
di sepanjang muara-muara sungai. Mereka hidup dengan menangkap ikan di
sungai dan meramu tumbuh-tumbuhan serta akar-akaran, serta berburu di
hutan belukar. Tempat tinggal mereka berupa perkampungan-perkampungan
yang terbuat dari bahan-bahan yang ringan. Rumah-rumahnya hanya berupa
kemah atau tadah angin, yang sering didirikan menempel pada dinding gua
yang besar. Karena terdesaknya bangsa Proto Melanesoid oleh bangsa
Melayu, mereka belum sempat mencapai kepulauan Papua yang membuat mereka
melakukan pencampuran dengan ras baru itu. Pencampuran bangsa Melayu
dengan Melanesoid menghasilkan keturunan Melanesoid-Melayu, saat ini
mereka merupakan penduduk Nusa Tenggara Timur dan Maluku. D. Negrito & Weddid
Sebutan
Negrito di berikan oleh orang-orang Spanyol Negrito memiliki kulit ynag
berwarna hitam mirip dengan jenis-jenis Negro. Kelompok Weddid terdiri
atas orang-orang dengan kepala mesochepal dan letak mata yang dalam
sehingga nampak seperti berang, kulit mereka coklat tua dan ting
rata-rata lelakinya 155 cm. Weddid artinya jenis Wedda yaitu bangsa yang
terdapat di pulau Ceylon, Srilanka. Persebaran orang-orang Weddid di
nusantara di antaranya Palembang dan Jambi (Kubu), di Siak (Sakai) dan
di Sulawesi pojok Tenggara (Toala, Tokea dan Tomuna).12.Pra aksara adalh masa kehidupan manusia sebelum mengenal tulisan.
13.Alam bumi pada masa kwarter:
- Sudah terdapat manusia modern (Homo sapiens)
- Berlangsung sekitar 600.000 tahun yang lalu
- Keadaan alam masih liar dan labil
- Bumi masih diselimuti es dan mencair pada akhir kala pleitosen
- Daratan di bumi mulai terpecah karena es mencair
- Manusia purba sudah punah14. Jenis Fosil Manusia Purba:1. Meganthropus Palaeojavanicus2. Pithecanthropus (Pithecanthropus: Manusia Kera)3. Homo (Homo: manusia)15. -Pola Hunian-Masa Berburu dan mengumpulkan makanan-Masa bercocok tanam-Masa Mengenal Kepercayaan16.Tanduk Rusa berfungsi punusukKapak Perimbas berfungsi menusk binatang atau menggali tanah saat mencari umbi umbian

0 komentar:
Posting Komentar